About Us.
 

Berita

Beranda / Berita

DISKANNews, NATUNA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hadir untuk negeri, PT. Pegadaian (PERSERO) Cabang Natuna, Selasa (22/10/19) menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Kelompok Usaha Bersama Nelayan Jaring Air Kerigik (KUB NJAK) di Sekretariat KUB NJAK, Jl. Thalib, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Penyerahan bantuan CSR dilakukan oleh Pemimpin Pegadaian Cabang Natuna, Syaid Dedy Syaputra, SE, disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Kepala Seksi Pembinaan Nelayan, Penyuluh Perikanan Bantu (PPB Kabupaten Natuna), anggota KUB penerima bantuan, dan masyarakat setempat.

Adapun bantuan CSR yang diserahkan kepada KUB Nelayan Jaring Air Kerigik, yaitu sarana alat tangkap bagi nelayan dalam hal ini adalah alat tangkap jaring dan kelengkapannya senilai dengan total nominal Rp. 17.900.000,- dalam hal penyerahan bantuan pihak pegadaian tidak memberikan bantuan dalam bentuk tunai (uang) akan tetapi pihak pegadaian memberikan keleluasaan pada pihak kelompok untuk menentukan toko yang menyediakan alat tangkap (jaring dan kelengkapan lainnya) yang telah di ajukan di dalam proposal mereka sesuai jumlah nominal yang diperoleh, selanjutnya pembayaran dan transaksi keuangan dilakukan oleh pihak pergadaian kepada toko tersebut.

Sabli, ketua KUB Nelayan Jaring Air Kerigik mengatakan sangat membutuhkan alat tangkap jaring tersebut karena fokus kegiatan penangkapan kelompok mereka adalah menjaring ikan. “kami bersyukur dan berterimakasih kepada pihak Pegadaian Cabang Natuna atas bantuan yang diberikan, alat tangkap ini akan kami pergunakan dan kami kembangkan semaksimal mungkin, kepada pihak Dinas Perikanan dan penyuluh perikanan bantu (PPB Kabupaten Natuna yaitu bapak Ringgi Desra Denesta, S.Pi kami ucapkan terimakasih atas kerja dan pembinaan yang telah diberikan, kami acungkan jempol,” katanya.

Kegiatan pada hari ini merupakan realisi dari Pihak Pegadaian Cabang Natuna kepada KUB Nelayan Jaring Air Kerigik. Dimana sebelumnya Senin (7/10/19) pihak pegadaian cabang Natuna telah malaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis dengan total bantuan sejumlah Rp.35.800.000 untuk 2 KUB Binaan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, yaitu KUB Nelayan Jaring Air Kerigik dan KUB Air Lakon Jaya Makmur, yang pada saat itu di terima oleh perwakilan dari KUB Nelayan Jaring Air Kerigik yang disejalankan dalam rangkaian acara peresmian Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT Natuna) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti dan disaksikan oleh Bupati Natuna.

Pimpinan Pegadaian Cabang Natuna, Syaid Dedy Syaputra, SE,. dalam wawancaranya mengatakan bahwa penyaluran dana CSR merupakan wujud kepedulian sosial dari pihak pegadaian dan merupakan program tahunan Pegadaian Pusat dan setiap cabang Pegadaian di daerah diberikan kewenangan dan wajib untuk menyalurkan dana CSR tersebut.

Syaid menambahkan terkait proses penetapan KUB Nelayan Jaring Air Kerigik dan KUB Air Lakon Jaya Makmur sebagai penerima bantuan CSR Pegadaian, bahwa sebelumnya pihak panitia dari Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengajukan proposal sebanyak 20 proposal dari 20 KUB Nelayan Binaan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, selanjutnya pihak Pegadaian Cabang Natuna meneruskan kepada Kanwil Pegadaian Pekanbaru, dan penetapan penerima bantuan di tentukan oleh Kanwil Pegadaian Pekanbaru. “harapan kami semoga apa yang telah diberikan kepada masyarakat khususnya berhubungan dengan nelayan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan semoga dengan adanya bantuan seperti ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima bantuan, khususnya nelayan” tambah Syaid kepada diskan news.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan, Dedy Damhudy, S.Pi, M.Si mewakili Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna menyampaikan bahwa dari tahun 2004-2019 ada lebih dari 500 KUB Nelayan Tangkap yang terdaftar/tercatat pada Dinas Perikanan yang tersebar diseluruh Kecamatan di Kabupaten Natuna. Akan tetapi diperkirakan hanya 10% dari jumlah KUB tersebut yang aktif dan eksis.

“Untuk saat ini, Dinas Perikanan sedang melakukan verifikasi dan seleksi kembali terkait keberadaan KUB khususnya KUB Nelayan Tangkap untuk mengetahui KUB yang benar-benar aktif, sesuai dengan kelembagaan dan tujuan orientasi, sehingga nantinya akan terjadi pengerucutan dengan pemilihan yang disesuaikan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.14/MEN/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan”, kata Dedy Damhudy yang didampingi oleh Habibi,S.Pi (Kasi Pembinaan Nelayan).

Kabid Pemberdayaan Nelayan yang diketahui mempunyai hobi memancing ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pimpinan Pegadaian Cabang Natuna atas bantuan CSR yang telah diberikan tersebut dan berharap agar kedepannya pihak Pegadaian maupun BUMN yang ada di Kabupaten Natuna bisa memberikan bantuan yang lebih besar dan lebih banyak lagi kepada kelompok nelayan di Kabupaten Natuna, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Natuna, khususnya masyarakat nelayan. Beliau juga menambahkan selain bantuan dalam bentuk dana, program dalam bentuk pola edukasi kepada nelayan tentang pentingnya menabung dan program hari tua juga sangat penting untuk disampaikan kepada nelayan, agar nelayan kedepan lebih sejahtera dan memiliki simpanan untuk jaminan hidup di hari tua ketika mereka sudah tidak lagi melakukan aktifitas melaut, dan tentunya agar mereka mempunyai tabungan untuk generasi mereka nanti.

Kepada KUB Nelayan Jaring Air Kerigik yang memperoleh bantuan Dedy Damhudy menegaskan supaya sarana alat tangkap yang diperoleh agar dapat digunakan secara optimal sehingga produksi hasil tangkapan juga optimal. Bantuan yang diberikan diharapkan bisa dikembangkan lagi, baik dari segi keuntungan, usaha semakin meningkat dan bertambah, artinya bukan hanya dibidang penangkapan tetapi juga bisa melibatkan ibu rumah tangga dalam usaha pengolahan dibidang perikanan. ”KUB nelayan tangkap ini adalah cikal bakal koperasi perikanan, dari yang berjumlah minimal 10 orang, agar bisa ditingkat menjadi 20 orang dan agar kedepannya bisa menjadi koperasi nelayan yang bisa menaungi nelayan-nelayan yang ada disekitar kita. Karena pola usaha koperasi sangat sesuai untuk diterapkan di Negara Indonesia sehingga hasil yang berkembang dapat memberikan dampak terhadap perekonomian usaha skala mikro, kecil dan menengah di daerah,” tutup nya. (AA-DM)