Pada triwulan I tahun 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Natuna melaksanakan serangkaian kegiatan strategis yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, dalam rangka meningkatkan perlindungan wilayah tangkap nelayan serta penguatan sektor budidaya perikanan.
Kegiatan pertama berupa pertemuan dengan Ketua Tim Kerja (Ketimja) PSDKP Satker Batam, yang membahas permohonan peningkatan intensitas pengawasan di perairan Natuna. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa nelayan lokal saat ini merasa resah dengan maraknya aktivitas kapal ikan asing (KIA) yang beroperasi di wilayah fishing ground tradisional.
Kondisi tersebut dinilai merugikan nelayan lokal karena keterbatasan kapasitas armada yang dimiliki, sehingga mereka kerap termarjinalkan dalam aktivitas penangkapan ikan. Selain itu, nelayan juga sering menemukan kapal-kapal ikan yang memiliki izin penangkapan di atas 12 mil laut namun masih melakukan aktivitas penangkapan di wilayah di bawah 12 mil laut.
Menindaklanjuti hal tersebut, disampaikan harapan agar Satker PSDKP Batam dapat meningkatkan frekuensi operasi pengawasan secara rutin dan berkelanjutan di perairan Natuna, guna menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan serta melindungi hak nelayan lokal.

Selain itu, Dinas Perikanan Kabupaten Natuna juga melaksanakan pertemuan dengan Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang disambut langsung oleh Kepala BPBL beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang bantuan benih ikan untuk nelayan Natuna. BPBL Batam menyediakan benih ikan kerapu cantang dan bawal bintang yang dapat disalurkan melalui mekanisme pengajuan proposal, dengan prioritas bagi kelompok calon penerima yang telah berbadan hukum. Keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Natuna dalam penyediaan bibit ikan diharapkan dapat terakomodir melalui dukungan program tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, dalam memperjuangkan kepentingan nelayan lokal, baik melalui peningkatan pengawasan wilayah tangkap maupun penguatan sektor budidaya. Sinergi dengan instansi terkait diharapkan terus terjalin guna mendukung kesejahteraan nelayan serta keberlanjutan sumber daya perikanan di Kabupaten Natuna.

