Apel Pagi Dinas Perikanan: Soroti Disiplin Kinerja dan Waspada Dampak Kabut Asap

NATUNA, Senin, 7 September 2026 – Pelaksanaan apel pagi di lingkungan Dinas Perikanan hari ini berjalan dengan lancar dan khidmat. Bertindak sebagai pembina apel adalah Marlaini, S.St.Pi., selaku Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Muda. Dalam arahannya, beliau menekankan dua fokus utama, yakni terkait evaluasi kedisiplinan pegawai dan imbauan kesehatan di tengah kondisi cuaca saat ini.

Evaluasi Kinerja dan Administrasi Kepegawaian

Pada bagian pertama amanatnya, Marlaini mengingatkan seluruh jajaran pegawai untuk segera menyelesaikan kewajiban administratif bulanan. Beberapa poin penting yang ditekankan meliputi:

  • Pengisian Kinerja Agustus: Seluruh pegawai diimbau untuk segera menyelesaikan pengisian laporan kinerja untuk bulan Agustus agar proses evaluasi dapat berjalan tepat waktu.

  • Monitoring Dashboard Disiplin: Pegawai diminta untuk memantau dashboard menit dan tingkat kedisiplinan secara berkala.

  • Kendala Mesin Absensi (Fingerprint): Terkait adanya kerusakan pada mesin absensi, beliau menegaskan agar pegawai yang mengalami kekurangan atau masalah pencatatan kehadiran untuk segera melaporkannya kepada Kasubag Umum dan Kepegawaian agar dapat ditindaklanjuti.

Imbauan Kesehatan dan Lingkungan Terkait Kabut Asap

Selain masalah kedisiplinan, apel pagi ini juga memberikan perhatian khusus pada kondisi lingkungan sekitar yang sedang dilanda kabut asap.

  • Menjaga Kesehatan: Seluruh jajaran diimbau untuk lebih ekstra dalam menjaga kondisi fisik dan kesehatan di tengah penurunan kualitas udara.

  • Larangan Membuang Puntung Rokok: Secara khusus, pembina apel memberikan peringatan bagi para pegawai yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Langkah preventif ini sangat penting untuk mencegah potensi kebakaran lahan yang dapat memperparah kondisi kabut asap di lingkungan sekitar.

Apel pagi ditutup dengan harapan agar seluruh pegawai Dinas Perikanan dapat terus meningkatkan kinerjanya dan tetap dalam kondisi prima di tengah tantangan cuaca yang ada.