Dorong Sektor Perikanan, Dinas Perikanan Natuna dan BI Kepri Gelar FGD Bersama Pelaku Usaha

Natuna – Pada hari Senin, 7 September 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Natuna melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, tiga pelaku usaha perikanan Natuna, serta Akademisi ISEI Batam. Kegiatan yang dilangsungkan di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Natuna pada pukul 14.00 WIB ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat asesmen perekonomian daerah serta mendukung perumusan rekomendasi kebijakan yang berbasis kondisi sektoral di wilayah Kepulauan Riau.

Adapun pembahasan yang dilakukan dalam FGD ini difokuskan pada perkembangan, isu strategis, dan prospek sektor perikanan dengan rincian materi pokok sebagai berikut:

  1. Kondisi Eksisting Sektor Perikanan: Membahas angka produksi, komoditas utama, jangkauan pasar, serta perkembangan kegiatan usaha saat ini.

  2. Rantai Pasok dan Tata Niaga: Menganalisis pola distribusi, pembentukan harga, konektivitas, kebutuhan logistik dan cold storage, serta pemasaran hasil perikanan.

  3. Isu dan Tantangan: Mengupas kendala di lapangan yang meliputi sarana dan prasarana, pasokan BBM, akses pembiayaan, SDM, regulasi, faktor cuaca, hingga upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

  4. Peluang Hilirisasi: Mendiskusikan potensi peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil perikanan, peluang perluasan pasar, iklim investasi, dan pengembangan produk unggulan daerah.

  5. Prospek dan Arah Pengembangan: Merumuskan outlook usaha, kebutuhan dukungan kebijakan bagi para nelayan, serta peluang penguatan sektor perikanan sebagai bagian dari ekonomi biru Kepri.

Melalui penjaringan informasi langsung dari Pemerintah Daerah dan pelaku usaha mengenai kondisi aktual di lapangan ini, diharapkan struktur ekonomi Kepulauan Riau ke depan dapat tumbuh lebih berimbang, inklusif, dan tidak hanya berpusat di satu kota. Kegiatan FGD ini juga sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Road to Kepri Economic Forum (KEF) 2026 serta upaya Bank Indonesia dalam memperluas kontak liaison pada sektor-sektor strategis di Kabupaten Natuna.